Monday, 19 May 2014

Reseller dan Dropship Baju Anak dan Bayi Branded di Mommyleje Babyshop

Mau jadi Reseller atau Dropship pakaian anak dan bayi yang Branded ? Mommyleje Kids n Babyshop memfasilitasi bunda-bunda bagi yang berminat untuk jadi reseller dan dropship. :)


Ketentuan menjadi Resellerr atau Dropship baju anak dan bayi branded :

-Mendaftarkan diri dengan melampirkan informasi mengenai :
a. Nama Reseller / Dropship
b. Nama Online Shop
c. Nomor HP
d. Pin BB (jika ada)
e. Rencana berjualan di media apa? FB/BBM/dll
f. Alamat

Kirim data di atas melaui :
-SMS/whatsapp -081282083879
-BBM 7a3224ab
-email : liajuliawati89@gmail.com

Keuntungan menjadi Reseller / Dropship Mommyleje Babyshop :

-Mendapatkan update produk setiap hari melalui FB/BBM/Whatsapp
-Fast Response
-Fast Shipping
-Diskon produk 5-15%

Untuk lebih detail mengenai produk-produk di Mommyleje Babyshop, silahkan klik Link di bawah ini :)
Mommyleje Kids n Babyshop

Yuk, buruan daftar jadi Reseller/Dropship ^_^
CS nya ramah dan fast response loh! ^_^

Thursday, 26 December 2013

Selamat Datang Buah Hati-nya MamaPapa

Setelah dinyatakan ada bakal janin di dalam rahimku, aku mulai rajin memberdayakan diri. Banyak hal yang sebelumnya tidak aku lakukan, jadi rajiiiiin banget dilakukan tiap hari, diantaranya :
  • Minum susu khusus ibu hamil
  • Olahraga (jogging, senam hamil)
  • Beli dan baca buku-buku tentang kehamilan
  • Rajin baca-baca situs yang berhubungan dengan kehamilan
  • Aktif di forum ibu-ibu hamil
  • Ikut seminar/pelatihan tentang kehamilan dan parenting
  • Makan makanan 4 sehat 5 sempurna
  • Rutin kontrol ke dokter kandungan sebulan sekali
  • Rajin minum vitamin ibu hamil


Dan ketika hampir mendekati bulan persalinan, aku dan papiyeyeb sengaja mengikuti kelas hypnobirthing. Dengan niat ingin memberikan persalinan untuk buah hati kami dengan tenang, nyaman, menyenangkan dan minim trauma.

Tidak lupa dari awal kehamilan sampai mendekati persalinan kutingkatkan ibadah wajib dan sunnahku. Shalat, mengaji, berdzikir, berdoa kepada Allah Yang Maha Berkehendak agar diberikan yang terbaik untuk aku, suami dan anakku yang akan lahir.

Ingat kisah tentang dr.anna yang menyatakan bahwa proses persalinan akan semakin dekat? (bagi yang belum baca ini  kisahnya ( Kisah Dibalik Lahirnya Buah Hati Mommyleje dan Papiyeyeb ) Kali terkahir dr.Anna periksa, pembukaan sudah bukaan 2. Dan flek semakin sering muncul. Dikarenakan papiyeyeb tidak jadi berangkat kerja, hari2 bahagia dalam menantikan persalinan aku lewatkan bersama-sama di rumah. J

Hari berikutnya aku cek kesejahteraan janin dan cek bukaan (lagi) ke hermina Pasteur, dan ternyata masih bukaan 2. Akhirnya kami pulang lagi ke rumah. Berarti dede belum mau keluar nih,hehe..

2 hari kemudian kontraksi makin menjadi, rutin tiap 5 menit sekali. Akhirnya kami pergi ke bidan terdekat untuk cek bukaan (lagi). Kami pergi ke Galenia, disana dua suster baik hati memeriksa bukaan (dengan lembut, Alhamdulillah) dan ternyata masih bukaan 2, malah susternya bilang baru bukaan 1 ke 2. Jujur, waktu itu stress banget. Karena sudah berhari2 bukaan tidak kunjung bertambah. Sempat merasa gak enak sama suami, karena sudah sengaja cuti demi menemani istri lahiran, tapi sampai saat ini belum juga ada kemajuan bukaan. Apalagi setiap hari keluarga2 menelepon menanyakan keadaan. Dalam hati merasa bersyukur karena semua keluarga sangat peduli dan perhatian dengan kelahiran anakku, tapi kadang takut membuat mereka kecewa, karena tidak ada kemajuan sama sekali selama berhari-hari. Sempat bilang sama suamiku “Pap kok mamam merasa seperti wanita yang tidak berprestasi karna berhari-hari bukaan gak nambah- nambah”. Dan suami tersenyum mendengar kata-kata (yang kusadari sekarang sangat konyol),hehe….

Mungkin suami menangkap sinyal stress dalam diri istrinya. Oleh karna itu selama masa-masa penantian itu, suami senantiasa membuatku happy. Suami mengajak melakukan hal yang aku senangi, yaitu motor-motor-an sama mba vixi! :D  

Hari demi hari kami lewati dengan (sok) santai dan bahagia. Banyak cara yang kami lakukan agar bukaan ini makin bertambah. Hampir semua cara induksi alami kami lakukan agar kontraksi semakin sering dan kuat. Misalnya :
  • Sering jalan cepat
  • Makan makanan pemicu kontraksi (nenas,durian,manga,dll)
  • Olahraga menggunakan birthing ball
  • Endorphin massage sama suami (ini yang paling paporiiiiiit ). Bagi yang ingin tau caranya endorphin massage, hubungi papiyeyeb. Beliau sudah master tuh J.
  • Dan yang paling manjur bikin cepat mulas adalah HSI (Hub.Papi-Mommy) ;)


Pokoknya kami masih berusaha agar bisa melewati persalinan secara normal.
8 hari kemudian (semenjak sudah dinyatakan bukaan 2 sama dr.Anna), kami pergi lagi ke RS Hermina untuk kontrol. Setelah (dipaksa) cek bukaan sama dr.Anna, ternyata setelah lebih dari seminggu bukaan masih tetap 2! Dr.Anna menyarankan untuk dilakukan induksi, karena tidak ada kemajuan bukaan. Karena khawatir dengan rawannya terjadi infeksi jika mulut rahim dibiarkan terbuka dalam waktu yang lama.
Karena memang sebelumnya kami sudah mendiskusikan tentang berbagai hal yang mungkin terjadi dan bgmn solusinya, akhirnya kami menyetujui saran dari dokter untuk diinduksi.

Seminggu yang lalu aku masih belum mau untuk dilakukan intervensi medis apapun dengan proses persalinannya, termasuk induksi, karena ingin benar-benar menjalani persalinan yang se-natural mungkin. Terlebih, orang-orang yang sudah pernah mengalami induksi menyatakan jika sakit karna induksi melebihi sakit mulas karena kontraksi alami. Namun pada akhirnya, dengan kondisi yang sedang dialami, aku pun bersedia menjalani induksi dengan niat melahirkan anakku dengan selamat.

Pada keesokan harinya aku dan suami ke Hermina untuk diinduksi. Setelah mengenakan kostum melahirkan (normal), aku ditempatkan di kamar bersalin. Kemudian suster mulai menyuntikkan obat induksinya. Dan,jengjengjeng…. Kontraksi yang kuat mulai terasa. KUAT. Kontinyu. Dan TANPA JEDA. Kontraksi berlangsung selama 2 menit. Kemudian berhenti (selama 1,5 menit) dan kontraksi LAGI! Begitu terus-menerus selama 8 jam (pertama). Berdasarkan kelas hypnobirthing yang kami ikuti sebelumnya, kami cukup sukses melewati kontraksi yang tanpa jeda ini. Setiap kontraksi (yang kami sebut Gelombang Cinta), aku selalu bernafas panjang dan perlahan (sesuai yang diajarkan di kelas-kelas senam hamil). Bernafas panjang dan perlahan ini bertujuan untuk mengurangi sakit karena kontraksi. Selain itu aku selalu berusaha tersenyum saat kontraksi itu datang. Apalagi suami senantiasa menyemangati dan membuatku tertawa. Jadi sakit yang aku rasa, tertutupi dengan kebahagiaan karena suami yang setia mendampingi dan perasaan menanti kedatangan buah hati kami J

Hal yang sangat aku syukuri saat itu adalah keberadaan suami TERHEBAT sepanjang masa sejagat-raya. Hehehe..lebay :p  Kalau bukan karena suamiku, mungkin aku tidak akan tenang saat menghadapi persalinan, apalagi karena induksi. Karena kalau melihat orang lain yang berada di kamar bersalin yang sama, mereka menjerit-jerit kesakitan, mengeluh saat kontraksi datang. Berbeda dengan kami, kami bersyukur dan menikmati saat kontraksi datang (mengingat hal yang bisa menambah bukaan adalah kontraksi). Samapi 8 jam ini, alhmdulillah aku masih sangat tenang, tidak mengeluh, tidak menangis, dan kuat (mengingat suamiku senantiaasa membelikan makanan yang aku mau,hehe)

Saking hebatnya suamiku, papiyeyeb senantiasa mendampingi dan SIAGA. Menemani setiap aktivitasku di kamar mandi (mandi,BAK,BAB) hehe.. Karna khawatir terjadi apa2 dengan istri tercintanya ;;)

Lagi-lagi dilakukan cek bukaan sama dokter anna. Bukaan nambah menjadi 3. Dan beliau optimis kalau bisa lahiran pervagina. Btw, sempat trauma sama yang namanya cek bukaan. Sakiiit… Muleees… Sampe2 aq bilang sama suamiku :” Paaap, mamam gak mau cek bukaan lagi. Takuuut… Sama papap aja deh cek bukaannya. Sama suster sakiiit “ :p hehe

1 labu obat induksi telah habis (8 jam kontraksi), tetapi setelah dicek bukaan masih 4. Maka ditambah lagi 1 labu obat. Dan 8 jam berikutnya yang penuh dramatis dimulai. Kontraksi makin menjadi. Sebenernya dalam hati ingin teriak,ingin jerit-jerit, ingin nangis sekencang-kencangnya!! Tapi aku ingat, dengan melakukan hal2 tersebut, energiku akan habis percuma. Dan yang paling selalu kami ingat adalah : Bayi di rahimku butuh oksigen yang cukup, olehkarena itu aku harus senantiasa bernafas selama kontraksi yang tanpa jeda itu datang!

16 jam mengalami kontraksi terus-terusan, dan obat di labu infus sudah habis. Itu artinya batas pemberian maksimal obat sudah diberikan! Tetapi setelah di cek, bukaan baru 5! Masih ada 5 bukaan lagii untuk bisa mengeluarkan bayi melewati jalan lahir normal.

Dengan kata lain, aku mengalami Gagal Induksi!! Dokter anna memberikan 2 pilihan. Pertama, diinduksi tambahan dengan obat tidak melebihi setengah labu agar bisa melahirkan bayi pervaginam (jika beruntung), atau sesar!!

Pilihan yang sulit waktu itu, karena aku masih menginginkan lahiran yang normal. Sempat merasa kalo pemberdayaan diri yang aku siapkan selama 8 bulan ini sia-sia jika aku melahirkan dengan sesar. Namun suami menyadarkan aku jika yang terpenting adalah kami bisa melahirkan anak kami dengan selamat bagaimanapun cara nya. Akhirnya kami memutuskan untuk sesar, karena kami tidak tega melihat anak kami diperut diberi “tekanan” karena induksi. Dan keluarga2ku juga lebih mendukung jika kami memilih sesar.

Tim dokter dan suster mempersiapkan segala hal untuk bedah sesar. Sebelum dimulai operasi sesar, aku diberi antibiotik secara injeksi. Dan seketika itu aku mengalami sesak nafas!! Dan hal ini lah yang membuat aku GALAUUU! Dari 16 jam yang lalu, aku melewati masa2 kontraksi induksi dengan tersenyum dan tertawa-tawa bersama suamiku, tapi hanya karna diinjeksi antibiotik aku menangis!! Aku PANIK. Aku menangis khawatir karena seketika aku mengalami sesak dan kesulitan bernafas. Yang kupikirkan hanyalah anak kami yang masih ada di rahim. Bagaimana anaku bisa mendapatkan asupan oksigen jika aku mengalami kesulitan bernafas! Itulah hal yang membuatku panik. Akhirnya suami berinisiatif meminta alat bantu nafas ke suster. Selama hampir sejam (menunggu dimulainya operasi) sesak aku rasakan ditambah mulas2 efek induksi yang masih terasa. Ayo dokteeeer,,,cepat dong bedah perut aneeeee…. #jeritan hati dikala itu,hehehe

Tak lupa aku meminta doa dari orang tua dan suami yang menemaniku kala itu. Setelah berpelukan dengan orang tua, ciuman dan pelukan penuh cinta dan motivasi dari suamiku, aku memasuki ruangan oprasi. Di dalam dokter anastesi mulai menyuntikan anastesi, dan seketika aku mengalami mati rasa dari bagian perut ke ujung kaki ku. Entah kenapa perut rasanya nyamaaaaaaan banget! Hehe… kontraksi selama hampir 17 jam tadi tak kurasakan lagi. Dokter Anna memulai pembedahan. Tidak ada rasa takut kurasakan, mungkin karena dokter2 yang menanganiku saat itu memberikan suasana santai dan nyaman. Kira2 15 menit kemudian, terdengar suara jeritan tangis memenuhi seluruh ruangan. Eaaaa…..Eeaaaa…. Alhamdulillah anakku lahir… :”) Seketika perasaan bahagia membuncah memenuhi hatiku. Dr anna bilang sambil tersenyum padaku “Li, cowo li!”

Setelah dibersihkan sebentar, dokter Erman membawa anakku kesampingku. Dokter mendekatkan wajah anakku ke wajahku. Kuucapkan syukur, asma Allah ke telinga anakku dan kuhujani ciuman di wajah mungil bayi yang baru kulahirkan itu. kemudian IMD sebentar (hanya menempelkan mulut anaku ke puting). Lalu anakku dibawa keluar untuk dipertemukan dengan papa nya yang menunggu harap-harap cemas di luar.



Bahagia yang kurasakan selama menunggu dokter Anna membereskan proses sesar. Dan perasaan tak sabar ingin bertemu lagi dengan buah hati tercinta. 15 jam kemudian aku dibawa ke ruang observasi, dan baru sejam setelah diobservasi aku bertemu dengan anakku lagi, lagu kami melakukan IMD-ria selama setengah jam ditemani suami dan mamah babeh. Nikmaaaaaaaat banget rasanya!. Terlebih waktu itu kakak dan abang juga datang, senaaaaang rasanya J

Inilah buah hati kami. Kamii berinama Shaddad Arrashdan Yuanda, yang terlahir dengan sehat dan selamat pada hari Jumat, 6 September 2013 pukul 21.25 dengan berat badan 2920 gram dan panjang 48 cm.  
Assalamu'alaikum Shaddad sayang,,kelak engkau jadi anak yang shaleh yah... :)









Saturday, 16 November 2013

Happy 1st Anniversary Papap

Uda,,,Kata sesederhana itulah yang menggambarkan betapa besarnya rasa sayang, cinta, dan hormatku padamu.

Ia,,,Kata sesederhana itulah yang menggambarkan betapa besarnya rasa sayang, cinta dan pengorbananmu untukku.

Sudah setahun lamanya aku hidup bersamamu dalam naungan suci rumah tangga. Syukur. Syukur. Syukur. Alhamdulillah. Itulah kesimpulan gambaran bagaimana rasanya hidup bersamamu selama setahun ini. Bagaimana tidak, uda senantiasa mengimamiku, membimbingku, memperlakukanku dengan lembut, selalu berusaha mencukupi kebutuhanku, mencurahkan sayang, tidak pernah membentak ketika marah, membantu pekerjaan istri di rumah, dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikanmu untukku.

Uda,,Alhamdulillah kita berhasil melewati tahun pertama pernikahan kita dengan baik. Banyak suka yang kita lewati, hampir tiada duka. Terima kasih sudah menjadi imam yang baik untuk ia, terima kasih sudah menjadi suami yang shaleh untuk ia. Dan rasa syukur terbesarku pada Allah karena limpahan kasih sayang-Nya mengamanahi kita untuk menjadi seorang mama dan papa, Alhamdulillah..

Papa, terima kasih sudah memberikan anak yang sangat lucu… Shaddad Arrashdan Yuanda J Kini kita jadi bertiga, mudah-mudahan di tahun-tahun pernikahan kita selanjutnya menjadi berempat, berlima, berenam dan berbanyaaaak (beranak,bercucu,berbuyut).

Ya Allah, penuhilah rasa cinta diantara hati kami. Anugrahilah keberkahan untuk pasanganku dan keturunan-keturunan kami. Jadikanlah aku pasangan tunggal untuk suamiku. Jadikanlah aku jodohnya di dunia dan akhirat. Jadikanlah keturunan-keturunan kami menjadi orang-orang yang shaleh. Amiin…

Happy 1st Anniversary yah sayaaang….




17112012-17112013

-Istrimu-

Monday, 21 October 2013

Kisah Dibalik Lahirnya Buah Hati Mommyleje dan Papiyeyeb

Setiap anak mungkin memilih caranya sendiri bagaimana ia melihat dunia untuk pertama kalinya. Begitu juga dengan bayi kami yang lucu yang lahir di 6 September 2013, mungkin dalam hatinya :

“ Mamaaaa, Papaaa,, aku mau dilahirkan lewat jendela di perut mama ajaa…” hehe.. :P

Alhamdulillah, anak pertama kami lahir dengan selamat secara caesar tgl 6 September 2013 pukul 21.25 di Rumah Sakit Hermina Pasteur dengan dibantu dr. Anna Fachruriah, dr. Erman (dokter spesialis anak), dan dokter anastesi dan tentu saja beberapa suster.

Namun, banyak kisah yg akan selalu jadi memori kami, sebelum pada akhirnya kami memutuskan untuk Caesar.

Bagaimana kisah lengkap dilahirkannya anak mommyleje dan papiyeyeb? Ini dia ceritanya….. J

Kamis, 29 Agustus 2013
Usia kehamilanku memasuki 36 minggu. Jadwal kontrol selanjutnya adalah hari Senin. Namun, dikarenakan papiyeyeb akan berangkat kerja pada hari Jumat, akhirnya kami sepakat untuk mempercepat jadwal rutin kontrol ke Hermina. Dan pada hari Kamis pun kami berdua (plus dede di perut) berangkat dengan mengendarai mba viksi (nama panggilan untuk motor new vixion kesayangan kami).

Setibanya disana, kami bertemu dengan dokter kandungan favorit kami, dr. Anna Fachruriah. Dikarenakan kehamilanku sudah memasuki minggu 36, akhirnya dilakukan periksa panggul untuk mengetahui ukuran panggulku. Alhamdulillah hasilnya baik, Insya Allah optimis lahiran secara normal, karena posisi janin sangat bagus dan ukuran panggul bisa dilewati kepala bayi. Namun, ada hal yang cukup menjadi perhatian kami saat itu. Dr.Anna bilang:

 “Wah, sudah bagus ini. Otot-ototnya sudah lentur, kepala nya sudah kepegang, mulut rahimnya mulai melunak”

Waduh, jangan2 dede udah mau keluar nih sebentar lagi. Itulah yang ada di otak kami.
Akhirnya kami pulang ke rumah dan seperti biasa mempersiapkan barang2 papap yang mau dibawa buat kerja besok. Tetiba di sore hari muncul flek. Dan flek itu muncul lagi di malam hari dan jumat pagi. Dan dari mulai malam itu, papiyeyeb Galau!! Tumben2an nih si  papap galau…

Jumat, 30 Agustus 2013
Jumat pagi jam 8 kami pergi (lagi) ke dr.anna (beberapa jam sebelum jadwal travel papiyeyeb). Dr.Anna melakukan pemeriksaan dalam (mungkin emak2 yg udah pernah ngerasain bukaan dalam, tau lah yah gimana rasanya. Sesuatu bgt lah kalo kata syahrini mah. Ampe aku remas2 tuh tangan suami saat dr.Anna melakukan periksa dalam.)  *dan semenjak kejadian itu papiyeyeb berencana akan melepas cincin nikah kalo mommyleje lahiran nanti. Katanya cincinnya bikin sakit saat aku remas2 tangannya.hehe

Dan, toeng toeng toeng… Udah bukaan pemirsah!!! Apalagi dr.Anna bilang kalau bukaannya udah 2 ! Wow..

Entah apa yang ada dipikranku saat itu. Aku langsung pandang2an sama suami saat selesai pemeriksaan. Seakan mata kami saling berbicara :

Mata mommyleje : Pap, udah bukaan nih! :-S  *cemas
Mata papiyeyeb : Iya mam, bukaan 2! :O
Campur aduk rasanya di pikiran dan hati ini. Antara senang, cemas dan takut. Senang karena tanda2 persalinan sudah datang, itu artinya kami akan segera bertemu dengan buah hati kami. Takut dan cemas karena usia kehamilan masih 36minggu (takut kalo bayi dalam kandunganku belum matang karena menurut teori usia minimal bayi siap dilahirkan adalah pada usia 37 minggu) apalagi setelah di USG berat badan janin nya masih 2,5 kg. Terlebih siang ini suamiku akan berangkat kerja selama 2minggu, khawatir menjalani persalinan tanpa suami.

Setelah mendapat dukungan dan pengertian dari suami, rasa kekhawatiran aku mulai berkurang dan mulai siap menghadapi persalinan. Suami mengingatkan aku untuk tetap berpikiran positif sama Allah. Kita sudah meminta yang terbaik untuk lahiran anak kita, kalau memang di usia 36 minggu lahir, ya berarti ini memang yang terbaik untuk anak kita.
Akhirnya papiyeyeb memutuskan untuk meminta cuti bekerja untuk menemani mommyleje saat persalinan.

Saat tiba di rumah, kami langsung mengecek barang2 yang akan dibawa ke rumah sakit (yang memang sudah jauh2 hari dipersiapkan). Tepat pukul 16.00 aku pergi dengan naik taksi dan suami mengendarai motor. Setiba di RS kami langsung registrasi untuk menginap.

Kami masuk ke ruang bidan. Rupanya disana sudah ada beberapa ibu yang sedang menunggu proses lahiran. Aku di periksa kesejahteraan janin (cek detak jantung, gerakan,dll) serta cek bukaan! (aduh,agak2 trauma nih dicek bukaan). 

Mommyleje lagi siap2 periksa kesejahteraan janin,hehe..numpang narsis yah...


Dan ternyata hasilnya masih bukaan 2! dr.Anna akhirnya menyarankan kami untuk pulang dulu. Dan kami pulang lagi dengan membawa gembolan karena dikira akan menginap di RS. Hikmahnya disuruh pulang dulu adalah aku jadi bisa beristirahat tidur dengan tenang di rumah sendiri dengan ditemani suami tentunya. Hehe..

Dalam hati aku berkata, mungkin Allah masih memberikan aku waktu untuk bayiku berada dengan nyaman di perut mama nya..  Memberikan waktu untukku merasakan tendangan2 cinta di perut. Memberikan waktu untuku menaikan berat badan janin di perutku. Memberikan waktu untukku dan suami untuk lebih mempersiapkan persalinan anaku…

Jadi, mau lahir kapan nak? Masih mau main2 di perut mama yah? hehe




Lalu, kapan dan bagaimana akhirnya anak kami dilahirkan? Tunggu di postingan selanjutnya yah.. J


Friday, 23 August 2013

Senam Hamil Pertamaku di RSIA Hermina Pateur

Usia Kehamilanku sudah menginjak 28 minggu. Yessss!!  Aku sudah boleh senam hamil... Setelah ditunggu-tunggu akhirnya dr. Anna mengijinkan aku untuk mengikuti kelas senam hamil. Dikarenakan aku sudah booking kamar untuk persalinan di RSIA Hermina Pasteur, aku mendapatkan Privilege Card, dan salah satu priivilage yang didapat adalah Free Senam Hamil sebanyak apapun aku mau. hehe..

Jadwal senam hamil di RSIA Hermina Pasteur biasanya di haru Rabu (17.00) dan Sabtu (08.00 & 11.30). Sebelum memulai senam hamil, biasanya kami mengisi daftar hadir kemudian dikasih bingkisan (produk-produk sponsor), makanan dan minuman. Hehe... seneng deh pokonya... #ijo ajah kalo yang gretongan -_____-"

Yang paling menarik senam hamil di Hermina ini adalah sebelum memulai senam, kami diperiksa dulu, terutama kondisi dede bayi di perut. Di cek posisi dede, kondisi nya apakah sudah masuk panggul atau belum, terus dicek juga detak jantung dede. :)

Nah, sayangnya senam hamil pertamaku gak berlangsung mulus. Soalnya, pas diperiksa bidan, ternyata posisi kepala dede sudah di bawah dan MASUK PANGGUL! Sempat khawatir juga, soalnya usia kehamilan masih 7 bulan, takutnya kalau dede sudah masuk panggul bisa memicu lahiran prematur. (Sempet parno karena sebelumnya pernah bermimpi bakal lahiran prematur di 7 bulan 10 hari. hadeuuuuh... mimpinya emak2 hamil emang aneh2 aja -____-" ) .

Alhasil selama senam hamil pikiran udah gak konsen, melayang kesana-kemari. kepikiran sama kondisi dede. Jadinya gak sabar pengen udahan, cepet2 keluar, terus cerita sama bapaknya dede yang lagi nunggu di luar sambil maen PS Vita. hoho..

Sebenernya banyak yang di ajarin saat senam hamil. Seperti : teknik bernapas dada dan nafas perut, gerakan-gerakan untuk melemaskan otot lengan, kaki, panggul, pinggang, dll. Tapi dasarnya pikiran lagi gak nyatu sama badan, lupa deh semua gerakan-gerakannya kayak apa bentuknya. :((

Enaknya, senam hamil di Hermina diakhiri dengan relaksasi kurang lebih 20-30 menit-an. Kami diperdengarkan rekaman yang isinya afirmasi positif mengenai kehamilan dan proses persalinan nanti. Kami dipersilahkan mengambil posisi se-nyaman mungkin, bisa duduk atau berbaring. Nah, aku memilih posisi berbaring sambil mendengarkan rekaman relaksasi. Karena situasi ruangan begitu tenang, lampu ruangan dalam keadaan mati, posisi berbaring, mendengarkan rekaman, dan memang dasarnya mommyleje itu kebo, bukannya mendengarkan rekaman malah ketiduran!! hehe.. alhasil gak dapet deh afirmasi positif-nya. yang dapet relaksasinya yang relaksasi banget ampe ketiduran, hehe....

Saat sesi senam hamil selesai, aku buru2 keluar dan cerita ke papiyeyeb soal kondisi dede. Emang suamiku itu hobinya menghibur istri dan senantiasa membuat istrinya tenang dan senang, papiyeyeb bilang :
"anak kita terlalu aktif, saking aktifnya muter-muter,,gujluk-gujluk-gujluk muter, terus CLEB! eh, nyungseb kepala nya di panggul mamam, hehe"
Tidak hanya mengibur, suamiku juga mengingatkan aku untuk banyak istirahat dan menjaga aktivitas agar tidak memicu lahiran prematur.


Yah, begitulah kisah senam hamil pertama-ku. Kurang begitu efektif, hehe... Tapi senam-senam selanjutnya sangat menyenangkan ko :)

Saturday, 20 July 2013

Rekomendasi Dokter Kandungan di RSIA Hermina Pasteur - dr. Anna Fachruriah

Hal yang biasa dilakukan seorang istri (atau bahkan para suami) ketika sedang merencanakan kehamilan adalah mencari rekomendasi dokter kandungan. Begitu pula dengan yang mommyleje lakukan. Dengan bertanya ke beberapa teman dan mencari-cari informasi lewat internet, akhirnya mommyleje dan papiyeyeb memutuskan dr. Anna Fachruriah berdasarkan rekomendasi dari orang-orang.


Kesan saat kali pertama bertemu dengan dr.Anna Fachuriah di RSIA Hermina Pasteur adalah beliau seorang dokter yang interaktif, komunikatif, ramah dan cantik. Setelah beberapa kali kontrol kehamilan rutin sama beliau, kesan lain yang aku dapat adalah : 

"Aku GAK kapok Hamil... Mau, mau, dan mau lagi...." hehe
Insya Allah nanti kehamilan anakku yang kedua, ketiga, dan seterusnya ingin didampingi dr. Anna Fachruriah kalo memungkinkan,,hehe...

Beberapa alasan kenapa aku merekomendasikan dr.Anna Fachruriah adalah :
-Karena beliau seorang wanita..... Jadi gak risih kalo harus buka2an dan diapa-apain...hehe
-Jam terbang nya sudah tinggi
-PRO lahiran normal, PRO IMD, PRO Rooming In
-Informatif dan komunikatif. Beliau menjawab semua pertanyaan yang kita ajukan dengan penjelasan yang baik dan memuaskan. Kadang kalau kita nge-blank mau nanya apa, adaaa aja yang diinformasikan sama dokter Anna
-Ramah dan tidak sombong :D
-Tidak banyak larangan atau pantangannya, hehe....
-Suka memberikan sugesti positif.. (maklum emak2 hamil suka banyak galau dan khawatir nya)

Ada teman yang sudah pernah mengalami persalinan dengan dokter Anna pun bilang kalau dia tidak salah pilih. Selama proses persalinan berjalan, dokter Anna memberikan aura kenyamanan dan ketenangan.


Oya, yang gak kalah penting juga, gak cuman aku yang senang sama dokter Anna, tapi suamiku juga merasakan hal yang sama. Insya Allah anak kami ditangani oleh dokter kandungan yang tepat...

NB : Sayang belum sempat foto sama dokter Anna,, nanti kalo udah lahiran kita mau foto bareng deh.. :)

Friday, 19 July 2013

Pengalaman Kontrol ke Dokter Kandungan Pertama Kali

Masih ingat kan cerita tentang bagaimana mommyleje mngetahui saat kali pertama dirinya berbadan dua?? ;) hihi.... ini loh disini ceritanya.... Hadiah Terindah 2 Bulan Pernikahan
Nah, keesokan harinya, dengan segera aku pergi ke RSIA Limijati (setelah sebelumnya berkonsultasi dgn bbrp teman mngenai dokter kandungan yg bagus dsana). Jatuhlah pilihan ke dokter Yena..
Aku akhirnya tiba d RSIA Limijati, dengan ditemani papiyeyeb (lewat wasap & telpon). Secara waktu itu lg jadwalny papiyeyeb kerja d luar kota.
Sebelum masuk k ruangan dokter, aku diperiksa tekanan darah. Sempat heran juga knp mba2 yg memeriksa tekanan darahku bertanya "Ibu lia lagi pusing gak sekarang?" Kujawab "nggak,kenapa memangnya?" Oalaah... ternyata tekanan darahku 80/60.
Saat masuk ke ruangan dokter, kesan pertama yg kulihat dari dr.Yena adalah dokternya cantik! :)
Dokter menanyakan kapan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). 19 Desember 2012. Itu artinya usia kehamilanku masih sangat2 muda, sekitar 6minggu terhitung dr 19des. Oleh karena itu USG hanya bisa dilakukan transvaginal.
Subhanallah... takjub saat melihat kali pertama isi rahim sendiri! Hehe... sayang suamiku gak ikut waktu itu...
Maha besar Allah yang telah menumbuhkan calon janin d rahim seorang wanita. Subhanallah... Alhamdulillah... Allahu Akbar... Laailaahailallah...
Dokter Yena kmudian mnjelaskan hasil pemeriksaan USGnya.. Beliau memastikan jika aku memang positif hamil. Mendukung bukti testpack,hehe... tetapi ada satu hal yg membuatku galau tingkat dewa saat itu.
Dokter bilang usia kehamilanku seharusnya 6 minggu, namun hasil USG menunjukkan usia kehamilanku baru 4 minggu. Beliau menjelaskan kemungkinan2 yg terjadi.
1. Masa subur aku yang mundur
Atau
2. Bakal janin tidak tumbuh!!
Entah apa yg aku rasakan saat mndengar kmungkinan yg kedua. Janinku tidak tumbuh??!!
Hilang semua fokus. Daftar pertanyaan yg udah aku siapkan untuk dr.Yena hilang semua. Dokter hanya memintaku untuk menunggu dua minggu lagi, untuk melihat apakah bakal janin benar2 tumbuh atau tidak.
Saat pulang rasanya kakiku tidak menapak tanah. Pusing dan sesak langsung mendera. Dalam hati hanya bisa beristigfar dan memohon pada Allah agar bakal janin dalam rahimku tumbuh dengan baik.
Suamiku menelpon dan menanyakan hasil pemeriksaan. Pada awalnya masih tegar, namun akhirnya aku menangis juga. Namun suamiku tetap berusaha menyemangati dan mngajakku untuk berpikir positif dan snantiasa meminta kebaikan sama Allah. (Suamiku memang paling TeOPe BeGeTe deh! Paling bisa menenangkan istrinya... I love u,pap :* )
2 minggu kmudian, aku dan suamiku pergi kontrol ke dokter kandungan. Kali ini kami memutuskan untuk pindah ke RSIA Hermina Pasteur. Disana kami bertemu dengan dr.Anna Fachuriah. Alhamdulillah, setelah di USG, hasilnya menunjukkan ada pertumbuhan dari janinnya. Alhamdulillah.. senaaaaang rasanya.. ingin rasanya memeluk suami saat itu juga (inget mommyleje! Lagi d ruangan dokter! :p hehe ) Alhamdulillah, ukuran janin juga sesuai dengan usia kehamilanku saat itu..

Alhamdulillah......